First trial: It doesn’t look like a website

Awalnya aku mau ikut kursus web programming di lembaga pendidikan yang ada di jalan margonda, depok. Tapi kelas baru berjalan jika sudah ada at least 6 pendaftar, menunggu pendaftar pun tanpa ada batas waktu. I don’t like to wait, so I decided to learn web programming online. Tak lama browsing, ketemu http://www.w3schools.com.

Aku mulai belajar HTML tanggal 11 April 2011, a day before my mom’s birthday. Lalu XHTML dan CSS. Menurut situs, pelajaran berikutnya adalah Javascript. Baru masuk beberapa poin di javascript, I got bored with all those coding. Aku putuskan untuk langsung mencoba membuat website.

Di http://www.w3schools.com mencontohkan membuat file html dengan text editor sederhana seperti Notepad. Aku coba, terbata-bata, sambil copas dari contoh-contohnya, jadilah 2 halaman yang bertautan but it doesn’t look like a website at all. Tidak berstruktur, sangat berantakan. I’m not very happy about it. Lalu aku melanjutkan belajar javasript lagi.

Saat tidak menemukan buku yang khusus tentang javascript, aku beli satu-satunya buku tentang CSS di toko buku besar di depok. Dengan bantuan buku ini akhirnya saya berhasil sebuah halaman and it does look like a website.

Blogging, finally

Sampai beberapa hari yang lalu, aku masih tidak mengerti apa tujuannya orang bikin blog. Well, sebenernya sampai hari ini masih belum terlalu tau juga, tapi aku mulai tergoda untuk bikin blog. At least, I understand why I do. A few nights ago aku sepintas melihat film tentang seorang istri yang blogging untuk curhat tentang proyek pribadinya. So, that’s what I’ll do. I blog about my project yaitu membuat & mendisain my own website.