Kotak Amal

Waktu sholat Jumat atau saat pengajian di Masjid, kotak amal tiba di depan kita. Lembaran uang manakah yang anda pilih untuk dimasukkan ke kotak amal? Lembaran yang bernilai paling besar atau paling kecil?

Dulu, biasanya aku repot rogoh-rogoh dompet atau tas mencari lembaran uang yang tidak terlalu besar nilainya. Kalau tidak ketemu, mau memasukkan uang receh… malu, uang puluhan atau ratusan ribu…. berat. Akhirnya urung beramal. Semoga anda tidak pernah mengalami gagal beramal karena urusan sepele seperti itu.

Atas nasihat seorang guru, sekarang aku punya kotak infak sendiri di rumah. Beliau mengajak untuk membiasakan berinfak setiap hari setelah sholat Subuh. Juga mengucapkan sebaris niat saat memasukkan uang ke dalam kotak infak.

Sebisa mungkin, setiap hari aku memasukkan rata-rata lima ribu rupiah. Secara kasat mata, ini manfaat yang aku rasakan,

    1. Tak ada lagi ritual rogoh-rogoh saat ketemu kotak amal. Uang sudah siap ‘transfer’ dari kotak infak di rumah ke kotak amal di masjid.
    2. Berinfak di rumah tak perlu repot cari uang ribuan. Puluhan ribu tak masalah, tinggal ambil ‘kembalian’ secukupnya.
    3. Saat ke masjid lupa bawa uang amal dari rumah, no worry, dompetku dan kotak amal di rumah kan ‘online’. Tinggal ambil dari dompet, nanti di rumah (kalau ingat) diganti dari kotak infak. Kalau lupa, alhamdulillaah… tambahan amal.
    4. Jumlah infak tidak terpengaruh tanggal muda atau tanggal tua
    5. Selalu punya simpanan uang ribuan saat abang tukang roti bilang tak ada kembalian.

Manfaat apa yang anda rasakan?

Advertisements

16 thoughts on “Kotak Amal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s