10 Cara Mengatasi Hambatan Menulis #2

Silakan baca the first 10 tips di sini.

1. Keep saying to yourself that, “No writer’s block, only laziness”. Anda bukan seorang pemalas ‘kan?
2. Riset, riset, riset. Sumber informasi bisa didapat dari TV, buku, internet atau dengan mewawancarai seseorang. Sebuah artikel pasti akan cepat beres jika Anda memiliki informasi yang lengkap.
3. Saat ide tiba-tiba datang when you in the middle of something, langsung catat, di manapun. Di ponsel, notebook atau di struk belanjaan.
4. Unplug the internet, silent the cellphone, get disconnected, untuk menghilangkan berbagai macam distraction.
5. Sulit untuk memulai sebuah artikel? Try to write from the end to start. Atau coba saja mulai dari tengah.
6. Tak ada gunanya begadang memaksakan otak yang sudah lelah. Get enough sleep, biarkan otak Anda istirahat.
7. Ngobrol dengan sesama penulis, get their opinions and constructive suggestions.
8. Buat deadline pribadi. Mungkin saja Anda termasuk orang yang writes better under pressure.
9. Commit yourself to achieve optimum numbers of words, not writing for a certain amount of time.
10. Baca lagi komentar di artikel Anda sebelumnya. Komentar pembaca bisa memberikan ide untuk kelanjutan atau pengembangan artikel Anda. Beberapa tips di atas terinspirasi dari komentar para sahabat di artikel sebelumnya.

Sahabat punya ide lain for the next 10 tips?

(Sumber: http://www.getfreeebooks.com)

Shane si Domba (eps.3): Rumah Majikan

Sudah lupa cerita sebelumnya? Baca lagi Shane si Domba: Pencarian Berlanjut

Kau yakin jejak itu benar-benar mengarah ke sana?” ujar Tail, panik.
“Tentu saja! Aku mengecek sekitar 5 meter dari rumah itu dan tidak ada jejak kaki lain!” teriak Dawg.
“Ini adalah jejak kaki hewan bukan manusia,” kata Shane setelah tersadar dari rasa terkejutnya.
“Kalau begitu musuh kita sepadan dengan kita,” ujar Dawg.
“Baiklah,” Shane berkata, “Kita ambil perlengkapan dan kita langsung se rumah itu. Kita bertemu lagi di sini dalam 30 menit.”

sheeps

drawn by Naura, using Paint Joy

Mereka pun menyebar. Tiga puluh menit kemudian, mereka kembali membawa senjata masing-masing. Tail membawa 2 tongkat baseball, Curly membawa sebuah tongkat panjang yang dipasangi batu bata di kedua ujungnya, Dawg membawa sebuah kapak dan Shane membawa semacam crossbow dan menggunakan bola besi sebesar kelereng sebagai pelurunya.
“Baiklah, ayo kita ke rumah itu!” seru Shane.

Sesampai mereka di rumah itu, benar saja ada tiga pasang jejak kaki yang kelihatan masih baru. Tanpa buang waktu, mereka langsung mendobrak pintu masuk. Saat berada di dalam Shane memberi isyarat agar Curly menjaga pintu depan, Tail menjaga pintu belakang dan Dawg mengikutinya.

Shane dan Dawg pergi ke lantai atas dan menemukan pintu yang terkunci. Dawg langsung mendobrak pintu itu menggunakan kapaknya, dan di dalam….. sedang duduk di atas ranjang, ada Tommy sedang bermain pesawat mainan.
“Satu masalah selesai,” bisik Shane pada Dawg.

Jangan lewatkan the final episode: Pelaku Penculikan.