Daur Ulang Musiman

Mendengar kata daur ulang, sahabat blogger pasti langsung teringat Alamendah’s Blog. Kepedulian beliau pada perawatan lingkungan dan pelestarian alam sangat nyata. Setiap kali berkunjung ke sana, saya malu hati. Saya tidak pernah menanam pohon, saya juga tidak memilah sampah. Rasanya I’ve done nothing for the sake of the earth.

Tapi ternyata setiap anak-anak naik kelas, saya punya proyek optimalisasi kertas. Mau disebut daur ulang kertas kayaknya kurang pas karena kertasnya memang belum dipakai.

Tiap akhir bulan Juni, saya menyingkirkan buku sekolah tahun kemarin supaya tempatnya bisa dipakai untuk buku tahun ajaran baru. Untungnya, SD-nya anak-anak memberikan pinjaman buku paket, jadi begitu sekolah selesai, kami tinggal mengembalikan buku-buku paket itu ke sekolah. Tak perlu repot mencari tempat untuk menyimpan karena akan langsung dipakai oleh para adik kelas.

buku wildan

banyak kertas kosong

Buku catatan bekas tahun kemarin tentu tidak bisa dipakai lagi. Tapi selalu disortir dulu. Buku PR dan matematika biasanya penuh, atau tidak banyak sisa lembar kosong. Buku seperti ini langsung lulus sortir.

Buku pelajaran lain biasanya hanya berisi gambar-gambar mind map dan tidak banyak lembaran yang terpakai. (I wonder, anak-anak pada nyatet di mana sih? Masa bukunya pada kosong begini. Apa langsung ditulis di otak mereka ya?) Buku-buku seperti ini takkan saya sia-siakan. Saya potong lembaran yang terisi lalu diklip, siap disimpan.

Kalau semua lembaran kosong ini disatukan dan dijilid lagi saya bisa dapat 3-5 buku kosong tiap tahun. Bahkan saya masih punya sisa lembar kosong dari buku kakak waktu kelas 2. Namun biasanya hanya dipakai untuk coret-coretan karena anak-anak mendapat buku tulis baru tiap awal tahun.

Not much, tapi semoga saja bisa sedikit berpengaruh untuk kelanggengan hutan Indonesia.