Kingdom Hearts II

Artikel ini adalah tulisan Kakak tentang review game PS2 favoritnya. Ada yang suka game ini juga? Enjoy!

kingdom hearts
Kingdom Hearts II is a must have game for adventure game lovers. The story begins at a peaceful world called Twilight Town.

At first, we play as Roxas, somekind of Sora’s (the main character) other self. He llves a peaceful live until strange things begin to happen to him. The story unfolds and it turns out that he was actually on the bad side and never supposed to exist. He was Sora’s nobody (creature made from nothingness). He really wanted to meet his other self but in the process he lost some of his memories.

He finally found Sora sleeping inside some strange pod and finally, they combined. Sora, now awakened continues his journey to find his lost friend and a way home with his companions, Donald Duck (a wizard) and Goofy (a knight).

As the stories continues, the team found out that the real threat is coming from The Nobodies and their leader Organization XIII. Some members of the Organization XIII was already defeated and killed by Sora on his last journey and two of them has gone rogue. Sora and the team finally find a gate to the Organization’s World. A world named The World Than Never Was.

Shane si Domba (eps.3): Rumah Majikan

Sudah lupa cerita sebelumnya? Baca lagi Shane si Domba: Pencarian Berlanjut

Kau yakin jejak itu benar-benar mengarah ke sana?” ujar Tail, panik.
“Tentu saja! Aku mengecek sekitar 5 meter dari rumah itu dan tidak ada jejak kaki lain!” teriak Dawg.
“Ini adalah jejak kaki hewan bukan manusia,” kata Shane setelah tersadar dari rasa terkejutnya.
“Kalau begitu musuh kita sepadan dengan kita,” ujar Dawg.
“Baiklah,” Shane berkata, “Kita ambil perlengkapan dan kita langsung se rumah itu. Kita bertemu lagi di sini dalam 30 menit.”

sheeps

drawn by Naura, using Paint Joy

Mereka pun menyebar. Tiga puluh menit kemudian, mereka kembali membawa senjata masing-masing. Tail membawa 2 tongkat baseball, Curly membawa sebuah tongkat panjang yang dipasangi batu bata di kedua ujungnya, Dawg membawa sebuah kapak dan Shane membawa semacam crossbow dan menggunakan bola besi sebesar kelereng sebagai pelurunya.
“Baiklah, ayo kita ke rumah itu!” seru Shane.

Sesampai mereka di rumah itu, benar saja ada tiga pasang jejak kaki yang kelihatan masih baru. Tanpa buang waktu, mereka langsung mendobrak pintu masuk. Saat berada di dalam Shane memberi isyarat agar Curly menjaga pintu depan, Tail menjaga pintu belakang dan Dawg mengikutinya.

Shane dan Dawg pergi ke lantai atas dan menemukan pintu yang terkunci. Dawg langsung mendobrak pintu itu menggunakan kapaknya, dan di dalam….. sedang duduk di atas ranjang, ada Tommy sedang bermain pesawat mainan.
“Satu masalah selesai,” bisik Shane pada Dawg.

Jangan lewatkan the final episode: Pelaku Penculikan.

Shane si Domba (eps.2): Pencarian Berlanjut

Artikel ini tulisan kakak lanjutan dari Shane si Domba: Tommy Hilang!

“Ayo semua keluar!” teriak Dawg, si anjing pengembala. Para domba pun keluar dari lumbung satu persatu. Dawg merasa heran karena para domba terlihat murung. Shane mendekat dan menjelaskan semuanya kepada Dawg.
“Karena itu kita harus melakukan pencarian segera,” jelas Shane.
“Baguslah, majikan kita sedang pergi liburan, jadi kita bisa melakukan pencarian selama mungkin. Tunggu, Shane, kau benar-benar berpikir Tommy masuk ke bulu Fatso?” tanya Dawg tak percaya.
“Bulu Fatso memang cukup tebal” jawab Shane malu-malu.

Shane mengumpulkan semua domba dan memulai pencarian. Shane, Dawg, Curly, Tail dan domba-domba lain melakukan pencarian sementara Mommy dan Fatso menunggu di peternakan kalau Tommy kembali. Pencarian sudah berlangsung 2 jam saat Tail berteriak,

“Shane, Dawg, aku menemukan sesuatu!” Shane dan Dawg pun segera datang ke tempat itu. Shane memungutnya dan membersihkannya.
“Ini dot Tommy!” seru Shane.
“Dan lihat ini, jejak kaki!” seru Tail.
Tetapi kenapa jejak yang pertama lebih dalam dari yang lainnya?” tanya Dawg.
“Dia pasti terperosok dan menjatuhkan dot ini” jawab Shane.
“Baiklah, ayo kita telusuri jejak kaki ini!” seru Dawg.
“Tenang Dawg, tenang Curly, kta tidak tahu siapa yang kita hadapi” kata Tail.
“Atau berapa orang yang kita hadapi,” lanjut Shane.
“Jadi lebih dari satu orang?” Tanya Tail.
“Iya. Ada tiga pasang jejak kaki. Baiklah, Dawg kau telusuri terus jejak kaki ini, tapi jangan langsung bertindak, sementra aku, Tail dan Curly akan lebih menyelidiki jejak kaki ini,” perintah Shane.
“Baiklah,” jawab Dawg sambil berjalan menjauh.

Satu jam kemudian, Dawg kembali dengan muka lesu.
“Jadi, jejaknya berakhir di mana?” tanya Shane sambil memeriksa jejak kaki itu.
“Di rumah majikan….. yang…… lama.”  Tiga domba itu langsung terkejut.
“Sial” ujar Shane memecah keheningan.

Selanjutnya… Shane si Domba: Rumah Majikan

Shane si Domba (eps.1): Tommy Hilang!

Artikel ini adalah karya ke duanya Kakak, berupa cerita bersambung terdiri dari 4 bagian, makanya dia bilang ini tetralogi. Kisah fiktif ini hasil inspirasi dari film “Shaun the Sheep”. Let your imagination grow and enjoy the story.

Di kegelapan malam, tiga sosok masuk ke dalam lumbung. Mereka membawa karung berukuran besar. Mereka dengan cepat mengambil sesuatu dan langsung keluar dari lumbung. Karung itu berisi sesuatu yang hidup, dan saat mereka berjalan menjauh, mereka menjatuhkan sesuatu: sebuah dot.

Pagi buta di peternakan, teriakan Mommy mengalahkan suara ayam yang sedang berkokok,

“Tommy, di mana Tommy-ku? Tommy hilang!” teriak Mommy. Kegaduhan itu berlanjut sampai Shane menyuruh mereka diam.

“Baiklah Mommy, di mana Tommy tidur tadi malam?” tanya Shane. Sambil menangis tersedu-sedu Mommy menjawab,

“Di s-s-sebelah Fatso,” sambil menunjuk ke domba terbesar di peternakan. Sambil menunjukkan tampang lega, Shane berkata,

“Tenang, ini sering terjadi. Tommy berguling ke arah Fatso lalu masuk ke dalam bulu Fatso.” Semua domba menyetujui pendapat itu. Shane  mulai menginstruksikan sebuah pencarian. Shane, Mommy, Curly (seekor domba berukuran normal) dan Tail (seekor domba yang lebih kecil dari Curly dan mempunyai ekor) mencari di dalam bulu Fatso, sementara domba-domba yang lain mencari di dalam lumbung.

Setelah 30 menit mencari, mereka akhirnya menyerah. Shane berbisik ke Mommy,

“Tommy pasti di luar, kita akan menemukannya”. Setelah beberapa menit pintu lumbung dibuka, membiarkan sinar matahari menyinari wajah murung para domba. (… to be continued)

Penasaran? Nantikan kelanjutannya….

Sahabat Sejati

Artikel ini sebenarnya karya Kakak yang ke tiga. Karya ke duanya adalah sebuah cerita fiksi bersambung yang dia klaim sebagai sebuah tetralogi. Artikel ini aku publish duluan karena it’s too cute. I can’t stop giggle while typing his writings. Silakan simak gaya penuturan analisanya yang ‘dalem’ tapi tak mampu menyembunyikan keluguannya.

Sahabat. Sahabat adalah kata yang lazim didengar akan tetapi suatu hal yang susah didapat. Aku bahkan pernah bilang ke diriku sendiri bahwa sahabatku hanyalah imajinasiku. Tapi sekarang aku sadar, aku baru hidup selama 12 tahun, masih banyak waktu untuk mencari sahabat sejatiku.

Aku pernah berusaha bersahabat dengan beberapa orang. Esa, murid tertinggi di kelas, pendiam, enak diajak bicara dan selalu selesai makan pertama. Esa mirip sekali dengan orang bule sehingga ada cewek yang naksir dia. Akan tetapi Esa tidak suka diajak kerjasama dengan ideku jadi aku tidak bersahabat tapi aku tetap berteman dengannya.

Rufi, dia murid menyenangkan yang selalu antusias memperhatikan atau memainkan permainan atau game yang kubawa ke sekolah. Tetapi dia selalu tidak mau masuk tim yang aku pimpin. Dia selalu menganggapku seorang tukang ngatur jadi aku hanya berteman saja dengan Rufi.

Syifa, kita mempunyai minat yang hampir sama. Syifa komik dan aku film. Syifa baik dan suka bercanda tapi kadang ia berlidah tajam dan suka mencela orang, bukannya aku tidak pernah tapi bahkan komiknya Syifa isinya gambar orang yang dia benci yang dijelek-jelekin.

Aren, satu-satunya murid yang lebih pendek dariku. Aku sebenarnya naksir dia. Dia itu baik, pintar, cantik dan mempunyai kosakata yang super luas. Entah kenapa orangtuaku menyarankan agar aku menaksir orang lain saja.

Itulah orang-orang yang kucoba dijadikan sahabat. Sepertinya perjalananku masih panjang.

Cute, isn’t it?

Perfect Day

Artikel ini hasil karya Kakak yang ke empat. Yang ke dua belum diketik karena puanjang, yang ke tiga ‘terjebak’ di laptop yang dibawa si Papah kerja. Artikel bahasa inggris ini ‘upah’nya lebih banyak, 120 menit main PS. Silakan simak curhatnya in english.

Everybody wants a perfect day, including me. Some people’s perfect day would be alone with his or her special someone at one of the most romantic places in the world. Some people’s perfect day is relaxing in the beach with nothing to worry about. But some people’s perfect day is ridicilous1). Some is having all the food you want without paying it, some is having to sleep all day even some are going to work without having any distractions2).

I, too, always dreaming of having my perfect day someday. You can say that my perfect day is pretty unique3). My perfect day is me in a room with my friends, surrounded by every gaming device. There’s PlayStation 2, PSP, Nintendo DS, Nintendo Wii, PlayStation 3, Xbox 360, Xbox Kinect and a PC chock full of games. We’re playing with so much fun and joy. Man, it is going to be the best day ever.

The closest I come to my perfect day is when I’m in 4th grade. I’m staying at my grandma’s place when I played PS2 from 7am to 5pm but the consequences is I fell asleep at 7pm and I only ate half of my dinner.


1). I’m sorry if the spelling was wrong, my spelling is not very good
2). I mean, come on! What kind of people that thinks that going to work is a perfect day?!?!
3). Actually, I don’t even know if it’s unique at all

Mohon diberi pencerahan tentang tenses-nya. I’m also not very good at it.

Salah Dengar

Wildan

Kakak (Wildan)

Artikel ini ditulis oleh Kakak dalam rangka mendapatkan ‘upah’ bermain Play Station selama 90 menit setiap satu halaman artikel bebas yang ditulisnya. Syaratnya murni karangan Kakak sendiri. Untuk karyanya yang pertama dia memilih membuat cerita humor. Hasilnya, a pretty big smile on my face :D. I think, I never heard or read this story before. This is the story, unedit, enjoy…

Alkisah, ada sebuah kerajaan yang memilliki seorang putri yang cantik dan baik hati. Banyak pangeran dari kerajaan lain yang ingin meminang putri cantik jelita itu. Suatu hari ada tiga orang pangeran yang ingin meminang putri itu. Sang raja pun menyuruh mereka melakukan sebuah tugas.

Setelah berhari-hari, Pangeran 1 pulang.
Raja : “Nah, kau sudah mengalahkan monster yang mengganggu daerah hutan?”
Pangeran 1 : “Maaf baginda, saya alergi dengan salah satu tanaman di hutan itu.”
Raja mengusir Pangeran 1 dari istana.

Setelah berminggu-minggu Pangeran 2 pun pulang.
Raja : “Kau sudah membunuh hiu yang mengganggu masyarakat pantai?”
Pangeran 2 : “Maaf baginda, saya ingin menyewa kapal tapi tak ada yang berani melaut dan saya tidak bisa berenang.”
Raja pun mengusir Pangeran 2.

Setelah berbulan-bulan Pangeran 3 pun pulang dengan tubuh penuh luka dan pakaian compang-camping.
Raja : “Nah, kau sepertinya telah melakukan perjalanan yang berat. Sekarang di mana bola pingpong kesayanganku?”
Pangeran 3 : “Oh pingpong, saya kira kingkong!”

So? What do you think? Is it original? Does it make you smile, or laugh a little?