Second Trial – Done by a single click!

Baru tau kalo design website bisa pake Adobe Dreamweaver dari buku “CSS Untuk Orang Awam” terbitan Maxikom. Situs W3Schools.com never mentioned it. Nah, inilah sebabnya ada kata bijak, jangan belajar hanya dari satu guru.

Memang Adobe Dreamweaver makes things a lot easier, but me – as a graphic designer – yang biasa menggunakan photoshop, pagemaker dan freehand, really want to go …..grrr….. *jambak-jambak rambut*. Mengatur 3 kolom saja bisa jadi urusan seharian. Still don’t get it, how float, overflow and clear effected on an element. Bahkan sampai artikel ini ditulis that case is still remain a mistery *now playing: OST of X-File*

At the end of the day, aku buka file baru. Klik ‘File’ pilih ‘New’ Dreamweaver mengeluarkan dialog box, ternyata ada banyak menu pilihan struktur dasar website. Tinggal pilih lalu klik and voila! Struktur website dengan 3 kolom, header dan footer is done by a single click! *tepokjidat*

Advertisements

First trial: It doesn’t look like a website

Awalnya aku mau ikut kursus web programming di lembaga pendidikan yang ada di jalan margonda, depok. Tapi kelas baru berjalan jika sudah ada at least 6 pendaftar, menunggu pendaftar pun tanpa ada batas waktu. I don’t like to wait, so I decided to learn web programming online. Tak lama browsing, ketemu http://www.w3schools.com.

Aku mulai belajar HTML tanggal 11 April 2011, a day before my mom’s birthday. Lalu XHTML dan CSS. Menurut situs, pelajaran berikutnya adalah Javascript. Baru masuk beberapa poin di javascript, I got bored with all those coding. Aku putuskan untuk langsung mencoba membuat website.

Di http://www.w3schools.com mencontohkan membuat file html dengan text editor sederhana seperti Notepad. Aku coba, terbata-bata, sambil copas dari contoh-contohnya, jadilah 2 halaman yang bertautan but it doesn’t look like a website at all. Tidak berstruktur, sangat berantakan. I’m not very happy about it. Lalu aku melanjutkan belajar javasript lagi.

Saat tidak menemukan buku yang khusus tentang javascript, aku beli satu-satunya buku tentang CSS di toko buku besar di depok. Dengan bantuan buku ini akhirnya saya berhasil sebuah halaman and it does look like a website.

Blogging, finally

Sampai beberapa hari yang lalu, aku masih tidak mengerti apa tujuannya orang bikin blog. Well, sebenernya sampai hari ini masih belum terlalu tau juga, tapi aku mulai tergoda untuk bikin blog. At least, I understand why I do. A few nights ago aku sepintas melihat film tentang seorang istri yang blogging untuk curhat tentang proyek pribadinya. So, that’s what I’ll do. I blog about my project yaitu membuat & mendisain my own website.