Simple Things

Kadang dengan mengatasnamakan ‘sayanganak-sayanganak’ aku setuju membelikan mainan atau ke tempat rekreasi yang agak mahal. Mungkin juga karena malas menghadapi rengekan mereka jika tidak disetujui. Padahal kalau diingat-ingat lagi,¬†anak-anakku seringkali bergembira dengan hal-hal kecil.

Air
Kelihatannya fun level main air berbanding lurus dengan volume air, berbanding lurus juga dengan luas permukaan air. Contohnya, air seember lebih menyenangkan kalau dihamparkan di carport, jadi mereka bisa berseluncur perut. Tapi teori di atas terbantahkan oleh fakta berikut. Kolam renang atau waterpark yang ber-HTM mahal memang seru tapi Naura pernah tak mau berhenti mengeksplorasi tempat cuci kaki di sebuah masjid di kawasan puncak Cisarua.

Gelembung Sabun
“Waaah indaaaah!,” itu komentar Kakak waktu umur 2 tahun, saat pertama kali melihat gelembung sabun beterbangan. Matanya berbinar takjub. Entah itu yang berharga seribuan atau yang dupuluh ribuan, gelembung sabun never fail to bring laughter to them.

Bayangan
Awalnya, anak-anak aku ajak main bayangan saat mati listrik di malam hari untuk mengusir rasa bosan dan takut pada gelap. Sebenarnya aku tidak pandai membuat bentuk bayangan dari tangan, cuma bisa bentuk anjing dan burung. Namun dengan imajinasi anak yang tak terbatas, mereka bisa menciptakan bentuk apa pun, unlimited. Tak ketinggalan mereka dubbing dengan suara & percakapan yang lucu.

But I wonder why? Why I can’t stop them from asking for more toys? (ujung-ujungnya curhat gak jelasss)