Brossing, not browsing

It’s brossing not browsing. Itu istilah ciptaanku, brossing maksudnya meronce manik akrilik menjadi bross.

Awalnya, tetanggaku, Bu Nunik berbagi ilmu meronce manik akrilik menjadi bunga. Aku coba meronce, jadilah bunga pertama. Anakku si pencinta bunga langsung bilang, “wah bagus Mah, buat aku ya…..” Aku memang gampang ge-er kalau dipuji anak, lalu aku buat lagi. Kok jadi addict?. Akhirnya berlanjut sampai 11 tangkai bunga. Tapi aku tidak hobi memajang bunga, what would I do dengan bunga-bunga ini, padahal masih pengen bikin lagi.

alat & bahan

alat dan bahan

Ternyata solusi datang dari my seven years old daughter. Dia menjual bunga-bunga itu ke teman sekolahnya. And sold out in a day! What she did is so inspiring. Lalu aku ikut menawarkan bunga akrilik itu ke teman-temanku, hasilnya? Tidak laku setangkai pun *tepokjidat*. Ternyata mereka bukan pemajang bunga juga. Bagaimana ini? Aku masih addict meronce….

Bu Nunik memberikan ilmu lanjutan, meronce menjadi bross. Dari sini aku super happy, karena brossku banyak peminatnya jadi bisa terus dan terus brossing. Bahkan dengan modal yang sangat kecil bisa memberikan untung yang lumayan. Direct selling, pakai reseller atau ikut bazaar, pokoknya super seru dan sibuk. Jadilah aku pengrajin & penjual bross…. for a few months.

bros

bross manik akrilik

One day, aku menerima order souvenir bross. Tidak terlalu banyak, hanya 100an bross. Tapi setelah itu aku jenuh karena dengan bahan yang sama hanya akan menjadi bentuk bross yang sama. Jiwa kreatifku menuntut penyaluran (halah!). Mulailah aku melirik wire jewelry.

Lately, kangen brossing tapi me-time-ku habis untuk blogging. Tapi kalau ada yang berminat pesan, pasti disempet-sempetin deh……

Ayo, ayo, dipilih, dipilih…… lalu silakan dipesan…..