New Member

image

Cimot. Lengkapnya Cimot II Patapon. Naura yang memilih nama Cimot, after the first Cimot yang sudah lama tiada *hiks*. Nama Patapon itu dari Wildan, after his fave PSP game. Umurnya sekitar 4 bulan, termasuk jenis maine-coon campuran (kata penjualnya). Kurang jelas campuran dengan apa, mungkin domestic cat (baca: kucing kampung) atau mungkin juga campuran belut *ha?*

Sebenarnya Cimot ini bukan pilihan awal kita karena dia sama sekali tidak mau dipegang (mirip belut kan?), tidak mau dipeluk. Tapi setelah 2-3 hari, dia mulai bersahabat. Mulai mau dielus, mau datang mendekat, sekarang malah hobi ikutan ngumpul.

Walau masih kecil Cimot berbakat jadi master of disguise. Kadang dia mirip celengan kalau lagi nangkring di atas kulkas. Sering dia terlihat seperti lap pel kalau lagi tiduran di bawah jemuran. Bisa juga dia mirip sendal bulu kalau lagi nyelip di rak sepatu. Dan kalau anak-anak mulai gemas, Cimot harus sabar berperan menjadi boneka yang digendong sana-sini.

Mungkin buat Cimot, menjadi peliharaan kita bukanlah hal yang mudah. Walau dia mendapatkan cat food terbaik (dan mahal) tapi tinggal di dapur sungguh cobaan yang berat. Bayangkan, di dapur ada berbagai macam aroma makanan, bisa ayam, ikan atau seafood lain, tapi Cimot cuma boleh makan cat food, all the time. Maapin kita ya, Cim… We love you tapi we have no other place.

Problem lain adalah kalau kita harus pergi menginap. Ottuke? Pernah kita tinggal begitu saja sendirian dengan makanan yang sangat banyak. Cukup menyiksa membayangkan Cimot all alone lebih dari 24 jam. Memang banyak petshop yang menerima penitipan hewan tapi lagi-lagi kita tak tega membayangkan Cimot di dalam kandang kecil berlama-lama karena kita tau he hates it. Akhirnya, minggu lalu saat kita kemping, Cimot berlibur ke rumah Nenek alias dititipkan ke rumah Mamah. Tapi gimana kalau nanti kita mau ajak Mamah berlibur? *mikirnya nanti aja ah*

Foto: cimot menyamar jadi uler melingker

Advertisements