Meredakan Lapar Emosional

Dalam artikel sebelumnya dibahas tentang ciri-ciri lapar sungguhan (lapar fisik) dan lapar bohongan (lapar emosional). Jika sinyal lapar sungguhan yang datang, tinggal makan saja. Lalu bagaimana ketika sinyal lapar emosional yang Anda rasakan?

Berikut hal yang bisa Anda lakukan untuk meredakan lapar emosional.
1. Curhat pada teman atau pasangan saat sedih atau marah daripada melampiaskannya dengan makan. Dijamin rasa lapar lenyap segera setelah perasaan sudah ringan
2. Cari kesibukan yang tidak ada hubungannya dengan makanan. Lakukan ini saat waktu luang Anda terlalu banyak
3. Kunyah makanan dengan perlahan. Menurut Nadia de Silva, wellness and diet trainer dari Amerika, yang terbaik mengunyah 30 kali setiap suapan. Ketika mengunyah, mulut kita mengeluarkan enzim yang berguna untuk memperlancar proses pencernaan. Juga untuk memberi waktu yang cukup kepada otak untuk menangkap sinyal bahwa lambung sudah terisi.
4. Minum air putih lalu tunggu selama 10-15 menit. Jika rasa lapar berkurang maka Anda hanya kekurangan cairan.
5. Jangan lewatkan waktu makan. Beraktivitas dengan perut kosong dapat membuat nafsu makan melonjak. Nafsu makan belum tentu reda meski Anda sudah makan banyak. “Istilahnya, Anda jadi ingin balas dendam karena perut dibiarkan kosong dalam waktu lama,” jelas Catherine.

(Referensi: Majalah Chic edisi 89 * 18 Mei – 1 Juni 2011)

Kenali Sinyal Lapar Sungguhan

Masih ingat tentang hypnolangsing? Itu lho, cara melangsing yang mudah dan menyenangkan. Kalau lupa atau belum tahu silakan cek di sini.

Salah satu dari 5 Magic Rules Hypnolangsing adalah makan ketika lapar sungguhan. Memang ada ya, lapar bohongan? Lapar sungguhan maksudnya rasa lapar yang timbul karena lambung memang sudah kosong. Menurut Catherine McCain, ahli diet dari Amerika, lapar bohongan disebabkan oleh kondisi emosi yang sedang tidak stabil. Misalnya, marah sedih, atau sedang bosan, maka oleh hypnolangsing sering disebut lapar emosional. Cukup bingung untuk membedakan keduanya namun bisa dikenali dari ciri-cirinya.

Lapar emosional, ciri-cirinya:
1. Ingin makanan yang spesifik.
Misalnya, ingin soto mie bu Erna atau bebek goreng pak Slamet. Menurut Catherine, dalam keadaan lapar yang sebenarnya, kita tidak punya keinginan untuk memilih, yang penting makan.

2. Datangnya tiba-tiba
Tiba-tiba Anda merasa lapar setelah mencium aroma suatu makanan atau hanya dengan melihat gambarnya saja. Situasi ini umumnya timbul saat Anda sedang bosan atau depresi, tubuh akan mencari pengalih perhatian untuk melipur lara.

3. Timbul tak lama sesudah makan
Jika ini terjadi, patut dicurigai bahwa rasa lapar yang timbul adalah lapar bohongan karena lambung Anda sebenarnya belum kosong.

4. Muncul ketika kurang cairan
Otak hanya mengirim sinyal bahwa tubuh kekurangan asupan dan tidak dijelaskan apakah asupannya berupa cairan atau makanan. Sinyal ‘tak jelas’ yang diterima lambung ini membuat kita mengira itu rasa lapar.

Bagaimana dengan lapar sungguhan? Cirinya, rasa lapar ini datangnya perlahan, perut berbunyi, gelisah, pikiran dipenuhi dengan bayangan berbagai makanan favorit. Tandanya lambung Anda benar sudah kosong.

Setelah mengetahui ciri lapar sungguhan atau bohongan, mudah saja kan mengenali sinyalnya. Selamat melangsing!

(Referensi: Majalah Chic edisi 89 * 18 Mei – 1 Juni 2011)

Jangan lewatkan the next article: Meredakan Lapar Emosional