In Concert with Strangers

Cikini Klasika 2011

Orkes Pemula dalam Konser Cikini Klasika 2011

Sekitar 2 bulan yang lalu anakku bermain biola di Konser Cikini Klasika 2011. Naura dan puluhan anak lainnya tergabung dalam orkes pemula, memainkan 3 buah lagu mengiringi sebuah paduan suara. Surely, it was an amazing experience. Tapi yang lebih menakjubkan adalah cerita di balik konser indah itu.

naura

My 7 years old angel, Naura (in spotlight)

Call me norak or anything tapi aku baru tahu kalau kumpulan anak yang menghasilkan harmoni indah itu, tak kenal satu sama lain. Naura hanya kenal teman satu sekolah, yang lain juga begitu.

Memang mereka mengadakan latihan gabungan 5 kali sebelum gladi resik. Empat kali dengan sesama pemain biola saja, satu kali dengan seluruh anggota orkes berikut paduan suara. Tapi tak ada yang sempat ngobrol santai sebelum, selama atau sesudah latihan. Datang, menyetem biola, latihan, snack time, latihan, dan pulang.

They don’t know each other, they don’t have the same favorite color, they don’t play the same notes, they play a various of instruments, but still they make a beautiful harmony. Kok bisa? Ternyata rahasianya ada di selembar kertas, kalo gak salah namanya partitur. Menurutku menakjubkan, puluhan anak dengan karakter segala macem, begitu mereka patuh pada partiturnya masing-masing, hasilnya luar biasa.

We know each other, teman, tetangga atau kerabat. Bahkan kita akrab dengan beberapa diantaranya. We don’t have to wish on the same star, tapi masing-masing kita punya partitur, yang biasa kita sebut kitab suci. As long as we stick to it, pastinya, kita bisa mengalunkan harmoni kehidupan yang menyenangkan.

Don’t you think so?