Shane si Domba (eps.3): Rumah Majikan

Sudah lupa cerita sebelumnya? Baca lagi Shane si Domba: Pencarian Berlanjut

Kau yakin jejak itu benar-benar mengarah ke sana?” ujar Tail, panik.
“Tentu saja! Aku mengecek sekitar 5 meter dari rumah itu dan tidak ada jejak kaki lain!” teriak Dawg.
“Ini adalah jejak kaki hewan bukan manusia,” kata Shane setelah tersadar dari rasa terkejutnya.
“Kalau begitu musuh kita sepadan dengan kita,” ujar Dawg.
“Baiklah,” Shane berkata, “Kita ambil perlengkapan dan kita langsung se rumah itu. Kita bertemu lagi di sini dalam 30 menit.”

sheeps

drawn by Naura, using Paint Joy

Mereka pun menyebar. Tiga puluh menit kemudian, mereka kembali membawa senjata masing-masing. Tail membawa 2 tongkat baseball, Curly membawa sebuah tongkat panjang yang dipasangi batu bata di kedua ujungnya, Dawg membawa sebuah kapak dan Shane membawa semacam crossbow dan menggunakan bola besi sebesar kelereng sebagai pelurunya.
“Baiklah, ayo kita ke rumah itu!” seru Shane.

Sesampai mereka di rumah itu, benar saja ada tiga pasang jejak kaki yang kelihatan masih baru. Tanpa buang waktu, mereka langsung mendobrak pintu masuk. Saat berada di dalam Shane memberi isyarat agar Curly menjaga pintu depan, Tail menjaga pintu belakang dan Dawg mengikutinya.

Shane dan Dawg pergi ke lantai atas dan menemukan pintu yang terkunci. Dawg langsung mendobrak pintu itu menggunakan kapaknya, dan di dalam….. sedang duduk di atas ranjang, ada Tommy sedang bermain pesawat mainan.
“Satu masalah selesai,” bisik Shane pada Dawg.

Jangan lewatkan the final episode: Pelaku Penculikan.

Advertisements

Shane si Domba (eps.2): Pencarian Berlanjut

Artikel ini tulisan kakak lanjutan dari Shane si Domba: Tommy Hilang!

“Ayo semua keluar!” teriak Dawg, si anjing pengembala. Para domba pun keluar dari lumbung satu persatu. Dawg merasa heran karena para domba terlihat murung. Shane mendekat dan menjelaskan semuanya kepada Dawg.
“Karena itu kita harus melakukan pencarian segera,” jelas Shane.
“Baguslah, majikan kita sedang pergi liburan, jadi kita bisa melakukan pencarian selama mungkin. Tunggu, Shane, kau benar-benar berpikir Tommy masuk ke bulu Fatso?” tanya Dawg tak percaya.
“Bulu Fatso memang cukup tebal” jawab Shane malu-malu.

Shane mengumpulkan semua domba dan memulai pencarian. Shane, Dawg, Curly, Tail dan domba-domba lain melakukan pencarian sementara Mommy dan Fatso menunggu di peternakan kalau Tommy kembali. Pencarian sudah berlangsung 2 jam saat Tail berteriak,

“Shane, Dawg, aku menemukan sesuatu!” Shane dan Dawg pun segera datang ke tempat itu. Shane memungutnya dan membersihkannya.
“Ini dot Tommy!” seru Shane.
“Dan lihat ini, jejak kaki!” seru Tail.
Tetapi kenapa jejak yang pertama lebih dalam dari yang lainnya?” tanya Dawg.
“Dia pasti terperosok dan menjatuhkan dot ini” jawab Shane.
“Baiklah, ayo kita telusuri jejak kaki ini!” seru Dawg.
“Tenang Dawg, tenang Curly, kta tidak tahu siapa yang kita hadapi” kata Tail.
“Atau berapa orang yang kita hadapi,” lanjut Shane.
“Jadi lebih dari satu orang?” Tanya Tail.
“Iya. Ada tiga pasang jejak kaki. Baiklah, Dawg kau telusuri terus jejak kaki ini, tapi jangan langsung bertindak, sementra aku, Tail dan Curly akan lebih menyelidiki jejak kaki ini,” perintah Shane.
“Baiklah,” jawab Dawg sambil berjalan menjauh.

Satu jam kemudian, Dawg kembali dengan muka lesu.
“Jadi, jejaknya berakhir di mana?” tanya Shane sambil memeriksa jejak kaki itu.
“Di rumah majikan….. yang…… lama.”  Tiga domba itu langsung terkejut.
“Sial” ujar Shane memecah keheningan.

Selanjutnya… Shane si Domba: Rumah Majikan

Shane si Domba (eps.1): Tommy Hilang!

Artikel ini adalah karya ke duanya Kakak, berupa cerita bersambung terdiri dari 4 bagian, makanya dia bilang ini tetralogi. Kisah fiktif ini hasil inspirasi dari film “Shaun the Sheep”. Let your imagination grow and enjoy the story.

Di kegelapan malam, tiga sosok masuk ke dalam lumbung. Mereka membawa karung berukuran besar. Mereka dengan cepat mengambil sesuatu dan langsung keluar dari lumbung. Karung itu berisi sesuatu yang hidup, dan saat mereka berjalan menjauh, mereka menjatuhkan sesuatu: sebuah dot.

Pagi buta di peternakan, teriakan Mommy mengalahkan suara ayam yang sedang berkokok,

“Tommy, di mana Tommy-ku? Tommy hilang!” teriak Mommy. Kegaduhan itu berlanjut sampai Shane menyuruh mereka diam.

“Baiklah Mommy, di mana Tommy tidur tadi malam?” tanya Shane. Sambil menangis tersedu-sedu Mommy menjawab,

“Di s-s-sebelah Fatso,” sambil menunjuk ke domba terbesar di peternakan. Sambil menunjukkan tampang lega, Shane berkata,

“Tenang, ini sering terjadi. Tommy berguling ke arah Fatso lalu masuk ke dalam bulu Fatso.” Semua domba menyetujui pendapat itu. Shane  mulai menginstruksikan sebuah pencarian. Shane, Mommy, Curly (seekor domba berukuran normal) dan Tail (seekor domba yang lebih kecil dari Curly dan mempunyai ekor) mencari di dalam bulu Fatso, sementara domba-domba yang lain mencari di dalam lumbung.

Setelah 30 menit mencari, mereka akhirnya menyerah. Shane berbisik ke Mommy,

“Tommy pasti di luar, kita akan menemukannya”. Setelah beberapa menit pintu lumbung dibuka, membiarkan sinar matahari menyinari wajah murung para domba. (… to be continued)

Penasaran? Nantikan kelanjutannya….