Ritual Nonton Bioskop

…mohon perhatian, pintu teater 3 telah dibuka, bagi penonton yang telah memiliki karcis…..

It sounds so familiar tapi aku lupa kata-kata lanjutannya karena beberapa bulan terakhir ini tak punya alasan untuk berkunjung ke sana. Hiks, kangen. Not just me, mungkin separuh penduduk Jakarta merasakan hal yang sama. Do you?

Sesaat setelah mendengar berita bahwa film Hollywood tidak lagi masuk ke Indonesia, aku berusaha ‘jaim’. Gakpapaaaaa, siapa butuh film Hollywood kalau banyak drama Korea bertabur berondong manis begini *sambil nonton DVD Secret Garden*. Sayangnya, drama Korea cuma asik untuk mengisi me-time (secara suami & anak-anak gak ada yang doyan). Untuk weekend, ternyata kita kangen film hollywood untuk ditonton di bioskop.

Kalau lagi kangen, bawaannya pengen nostalgia deh. So far, aku mengalami 3 fase ritual nonton bioskop.

Fase 1 – With dad
Nonton bioskop sudah diperkenalkan oleh Papah sejak aku duduk di SD, lupa kelas berapa. Dulu kita selalu nonton di bioskop berjarak sekitar 500m dari rumah, tanpa nomor tempat duduk, bangku plastik, tanpa AC, full asap rokok, dan tidak jarang ada hewan pengerat yang lewat. Kita selalu duduk dekat pintu keluar. Film yang kita tonton biasanya berjarak 2 atau 3 bulan dari tanggal launchingnya. Still, it was fun.

Fase 2 – With friends
Waktu SMA, bioskop full asap rokok itu terlupakan. Aku dan teman-teman selalu nonton di bioskop dengan seat number, sejuk, empuk dan wangi popcorn.

Fase 3 – With hubby & kids
Jenis bioskopnya tidak terlalu berbeda, tetap sejuk, empuk dan wangi popcorn. Namun kini makin banyak pilihan bentuk tempat duduk, ada yang standar, ada yang lebih lega bahkan ada yang bisa selonjoran. Teknologinya juga makin memanjakan mata, untuk film yang bertanda 3D, kita pakai kacamata khusus.

Sepertinya sekarang aku harus memulai fase ke empat, bioskop di rumah. Things we have to do:

    1. Sabar menanti versi DVD film masuk ke Indonesia
    2. While doing it, siapkan satu ruangan kedap suara berisi one comfort couch, one huge LED 3D TV and a set of home theatre.

Ada yang punya rekomendasi harga terjangkau? Anyone?

Advertisements

9 thoughts on “Ritual Nonton Bioskop

  1. wew ….
    tivi yang sekarang aja jarang ditonton, gimana ntar yang LED 3d? 😀

    soalnya saya mah stiap film baru masih lari ke bioskop, maklum blom ada buntut, jadi masih bebas wira wiri hehehe

  2. apa kabar Vitta?
    ini kunjungan balik bunda
    mudah2an segera terlaksana keinginan punya ruang bioskop sendiri di rumah , jadi bunda bisa ikutan nonton juga nih Vit 😛
    salam

  3. SAya paling sering nonton ama adik saya. 😆
    Risih juga sih sebenernya, melihat orang2 lain ke bioskop bareng pacar, saya ama adik laki2. 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s